Pelatih Tottenham Pochettino Sudah Mempersiapkan Cara Rayakan Jika Timnya Berhasil Menang Melawan Liverpool

Pelatih Tottenham Pochettino Sudah Mempersiapkan Cara Rayakan Jika Timnya Berhasil Menang Melawan Liverpool

Pelatih Tottenham, Mauricio Pochettino, dengan bangga sudah berhasil membawa salah satu cara untuk merayakan keberhasilan timnya jika mampu meraih gelar Liga Champions musim ini. Pria asal Argentina dengan usianya 47tahun itu mengatakan dengan jujur ia akan menangis selama satu pekan.

Ini merupakan hal mengejutkan, pada dasarnya tim Tottenham berhasil mencapai babak final Liga Champions musim ini. Padahal, tak ada yang memprediksi Harry Kane dan para pemain lainnya, mampu melaju sampai laga pamungkas dan mereka pun dianggap sebagai tim yang membawa masalah saja.

Perjalanannya sekarang tidak mudah, jatuh dan bangun sudah cukup dilalui. Pertama, klub asal London itu harus mengalahkan AS Roma. Lalu mereka sukses melangkahi klub raksasa Inggris lainnya, Manchester City, kemudian mengalahkan tim yang susah di kejar dalam kandidat juara, yaitu Ajax Amsterdam.

Rayakan Menangis Satu Pekan

Proses rumit itu, yang kini berbentuk sebagai tim bernama Liverpool, tidak berhenti sampai situ masih harus mereka lewati lagi. Seperti anggapan orang-orang, tim berjuluk The Lilywhites tersebut tetap dianggap sebagai pembawa masalah. Mengingat Liverpool sedang mempunyai kekuatan yang luar biasa pada musim ini.

Pasukan Jurgen Klopp itu berhasil mencapai final dengan ‘comeback’ epik atas salah satu kandidat juara lainnya, Barcelona. Setelah sempat kalah dengan perolehan skor 0-3 di leg pertama, namun The Reds tidak tinggal diam mereka mampu membalikkan kedudukan dengan menang 4-0 pada pertemuan kedua.

Tapi tak ada alasan bagi Pochettino untuk merencanakan cara untuk merayakan jika Tottenham berhasil mengalahkan Liverpool di final. Ia mengaku akan menyesuaikan dengan dirinya untuk memainkan peran yang sudah ia katakan akan menjadi melankolis, yakni menangis selama satu pekan.

“Bila kami memenangkan Liga Champions, saya tak tahu. Mungkin saya akan menangis selama satu pekan,” tutur Pochettino kepada wartawan, seperti yang dikutip dari Goal International.

Mampu Menjadi Melankolis

Pochettino pernah memperlihatkan dirinya menjadi melankolisnya itu saat berhasil mengalahkan Ajax Amsterdam di laga leg kedua babak semi-final lalu. Dalam konferensi pers usai laga, ia tampak menitikkan air mata.

Bahkan menurut beberapa informasi, ia bisa menangis hanya karena mendengarkan sebuah lagu. Apalagi jika alunan musik tersebut mengingatkan dirinya dengan momen-momen yang pernah mengisahkan kisah kehidupannya.

“Terkadang terjadi saat saya pulang dengan mengendarai mobil – 20 menit dari tempat latihan ke Barnet – sambil mendengarkan musik. Dan itu mengingatkan ke beberapa momen dalam hidup saya,” tambahnya. “Saya mulai menangis, dan saat tiba di rumah istri saya berkata, ‘apa yang terjadi?. Saya berkata, ‘Musik mengingatkan saya dengan momen 30 tahun lalu di Argentina’, dan dia akan berkata, ‘anda sudah gila’,” tandasnya.

About the author

admin

View all posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *